Galeri Sastra
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong) Seri 290
Oey Yong tahu dari ayahnya tentang bagaimana Pek-khong-ciang, Tangan Memukul Udara, harus dipelajari, maka itu, ia hendak mengakali di petani ini. Si petani
tidak paham, ilmu Pek-khong-ciang itu sebagai murid lihay, ia pernah mendengarnya dari gurunya, maka itu, mendengar perkataan si nona, ia jadi berpikir:
"Kalau tanpa sebab aku mencelakakan murid Kiu Cie Sin Kay, bukan saja suhu bakal menegur aku, hatiku sendiri pun tidak enak. Sekarang ini dia datang dengan
maksud baik. Hanya aku menyangsikan si nona kecil ini, dia omong benar atau dia lagi menggunai akal liciknya untuk menipu aku agar aku membebaskan kawannya
itu…"
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong) Seri 289
Di samping gunung itu ada sebuah batu yang besar mirip dengan langan tangan, ketika Kwee Ceng dan Oey Yong memandang ke atas, mereka hanya melihat awan
dan bangkonya rotan. Meski begitu, si anak muda lari menghampirkan rotan itu, untuk disambar, untuk dipakai melapai naik!
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong) Seri 288
"Ya," ia menyahut pasti, mengangguk.
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong( Seri 287
"Baiklah, aku nanti menjelaskan kepada kamu," katanya. "Paman guruku, seorang India, beberapa hari yang lalu telah datang ke mari mengunjungi guruku. Ia
telah mendapat tangkap itu sepasang ikan emas, ia girang bukan main. Ia membilangi kita bahwa di negerinya itu ada semacam binatang yang berbisa sekali,
yang sangat sukar untuk disingkirkan, kecuali dengan ini ikan, yang menjadi binatang pelumahnya. Dia menyerahkan ikan itu kepadaku, untuk aku merawatnya
beberapa hari, nanti setelah ia selesai berbicara sama guruku, diwaktu ia berangkat pulang, hendak ia membawanya sekalian, untuk dipelihara di sana, siapa
tahu…"
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong) Episode Tukang Pancing, Tukang Kayu, Petani dan Pelajar Seri 286
Satu jam Kwee Ceng jalan terus. Kadang-kadang ada tempat demikian sempit hingga untuk lewat di situ, Oey Yong mesti dipondong, tubuhnya dikasih miring.
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong) Seri 285
"Empat buah perkakas tenun…maka tenunan burung wanyoh bakal terbang berpasangan….Sayang, belum lagi tua tetapi kepala sudah putih…. Gelombang musim semi,
rumput hijau, di musim dingin di dalam tempat yang tersembunyi, saling berhadapan mandi baju merah…….."
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong) Seri 284
"Kau minum ini," katanya.
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong) Seri 283
"Oh, Yong-jie, bagaimana kau ketahui itu?" ia bertanya.
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong) Episode Wanita dari Rawa Lumpur hitam Seri 282
Oey Yong mendengar permintaan itu, ia tertawa.
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong) Seri 281
Kwee Ceng mengambil lebih dulu yang tebal. Nyata isinya itu ada salinan Han See Tiong atas pelbagai laporan atau usulnya Gak Hui yang dihanturkan kepada
rajanya, ada syair dan lainnya buah kalam jenderal gagah perkasa dan setia itu, bunyinya pun penuh dengan penguraian kesetiaan dan semangat kegagahan.
Maka ia menjadi sangat kagum, hingga ia menghela napas. Yang paling menawan hati ialah Gak Hui tidak pernah melupai rakyat.
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong) Seri 280
"Buat apa ditegaskan pula?" berkata Oey Yong. "Tentulah ini yang palsu!"
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong) Seri 279
Kwee Ceng menggunai ketikanya selagi Khiu Cian Jin memeriksa lukanya itu, ia memondong terus Oey Yong untuk dibawa kabur, tetapi ia bukannya lari turun
gunung hanya sebaliknya mendaki puncak. Ia baru lari beberapa puluh tindak atau ia mendengar teriaka-teriakan riuh di belakangnya, ketika ia menoleh, ia
melihat ia lagi dikejar oleh banyak sekali orang yang berpakaian hitam yang pada membawa obor yang diangkat tinggi-tinggi. Karena tidak ada jalan lain,
ia terpaksa lari naik terus. Sembari lari ia masih mengambil kesempatan memegang hidung si nona. Untuk kagetnya, ia merasakan orang tidak bernapas.
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong) Seri 278
"Ah!" seru Kwee Ceng, yang baru sadar. "Kenapa aku tolol sekali, aku tidak dapat memikir sampai ke situ…!"ä
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong) Seri 277
Oey Yong telah menyiapkan seraup jarumnya, hendak menyerang apabila saatnya telah tiba, akan tetapi ia mendengar orang menyebut nana gunung Tiat Ciang
Pang, mendadak ia ingat huruf-huruf dalam gambar peninggalannya Kiok Leng Hong, yang bunyinya "Tiat Ciang San-hee" atau "di bawah gunung Tiat Ciang San"
- gunung Tangan Besi. Maka ia lantas menyahuti: "Baiklah, biarnya tempat itu mirip kedung naga atau gua harimau, tentu kamu nanti pergikan! Di mana adanya
Tiat Ciang San itu?"
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong) Seri 275
Kwee Ceng menjadi sangat kagum. "Benar lihay ilmu silatnya suhu," ia berkata di dalam hatinya, memuji Ang Cit Kong.
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong) Seri 274
Penyerangan itu hebat. Itulah penyerangan berantai tiga kali, sedang dilakukannya dengan cara seperti membokong.
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong) Seri 273
Tapi Kwee Ceng di bawah panggung berseru dengan bengis: "Siapa berani turun tangan?!"
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong) Seri 272
Juga Oey Yong mengalami serbuan yang serupa. Ia lebih gesit daripada Kwee Ceng tetapi ia kewalahan. Akhirnya ia lompat kepada si anak muda, untuk mempersatukan
diri. Karena ini, bersama-sama mereka kena didesak mundur. Mereka mundur terus hingga di pojok batu gunung.
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong) Episode Nona Manis Menjadi Raja Pengemis Seri 271
Tujuh pengemis maju paling dulu, dari depan dan belakang, dari kedua samping. Kwee Ceng membiarkan mereka maju, dengan kuda-kuda tidak begeming, ia menyambut
mereka dengan kedua tangannya. Di belakang mereka itu, ada lagi beberapa lagi pengemis yang merapatkan diri. Mereka pun disambut serupa, dengan tangkisan
atau sikut, kalau perlu barulah dengan dupakan. Maka saling susul mereka itu berteriak kesakitan, saling susul juga mereka roboh terguling. Dengan cara
ini Kwee Ceng pun mengundurkan yang lainnya lagi. Kemudian ia memikir untuk menerkam Yo Kang, atau ia melihat dua pengemis berlompat ke arah Oey Yong.
Jarak diantara mereka cukup jauh, sulit untuk berlompat menolongi nona itu. Tidak ada jalan lain, ia lantas menarik copot kedua sepatunya, dengan itu ia
menimpuk ke arah kedua penyerang itu.
Memanah Burung Rajawali (Sia Tiauw Eng Hiong) Seri 268
Pheng Tiangloo pun berkata: "Pangcu melihatnya sendiri, mana bisa salah?"
Recent comments
1 day 19 hours ago
2 days 7 hours ago
3 days 20 hours ago
5 days 15 hours ago
1 week 10 hours ago
1 week 1 day ago
1 week 1 day ago
1 week 1 day ago
1 week 2 days ago
1 week 2 days ago